Selasa, 19 April 2016

Mainan Tradisional Dapat Membantu Anak Cepat Bericara

Mainan Tradisional dan kecapan bicara

Memberikan mainan kepada anak tidak boleh sembarangan. Jangan hanya karena alasan keren, mahal, ngikutin trend, beli karena saudara atau anak tetangga punya dan lainnya akhirnya kita memberikan mainan yang salah kepada anak kita.
mainan edukatif anak

Dari hasil penelitian ternyata mainan yang kita berikan kepada anak kita memberikan dampak kepada anak, baik dampak positif maupun negatif, tentunya hal ini berdasarkan jenis mainan yang kita berikan kepada anak.

Aneka jenis mainan yang tersedia di pasaran sangat banyak dari jenis dan bahannya, mulai dari mainan edukatif, mainan tradisional maupun mainan yang berbasihkan teknologi seperti gadget.

Ternyata mainan tradisional yang kita berikan kepada anak seperti puzzle, balok, buku cerita atau dongeng ataupun mainan edukatif lainnya ternyata lebih disankan daripada mainan yang berbasis elektronik. Baca: Bahaya kecanduan gadget pada anak.

Hal ini berdasarkan hasil penelitian dari Northern Arizona University, AS. Mereka melakukan percobaan terkontrol dengan melibatkan 26 orangtua dengan bayi berusia 10-26 bulan.

Pada penelitian ini, kepada apra peserta penelitian diberikan tiga set mainan, yaitu mainan elektronik (laptop bayi, mainan ponsel dan permainan alat pertanian yang bisa mengeluarkan suara), mainan tradisiona (puzzle dari kayu, Balok bergambar dan mainan geometri), serta lima buku dengan gambar hewan ternak, aneka bentuk dan pengenalan warna.

Baca: Cara meningkatkan kreativitas anak

Dari hasil penelitian ini ternyata ketika bermain dengan mainan elektronik, orangtua lebih  sedikit berkomunikasi dengan anaknya, lebih sedikit memberi respons dan lebih sedikit melakukan komunikasi secara dua arah. Dan kondisi berbeda dihasilkan dari permainan trasisinal maupun buku. Ketika memainkan permainan tradisioanl dan buku cenderung orangtua melakukan komunikasi terhadap anaknya sehingga terjadi komunikasi dua arah. Kondisi ini akan merangsang anak untuk berbicara lebih banyak dan membantu mereka dalam mempelajari berbagai macam kosa kata yang disampaikan orangtuanya.
mainan edukatif anak

Kesimpulan dari hasil penelitian di atas adalah mainan tradisional seperti mainan edukatif dan buku dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan meningkatkan interaksi anak dengan orangtuanya.

Oleh karena itu, sebagai orangtua kita harus mulai selektif dalam memilih aneka mainan yang tepat untuk anak tercinta, seperti mainan edukatif yang tersedia dia berbagai situs online seperti griyamainan.com yang menyediakan bernagai macam permainan seperti puzzle, balok maupun yang lainnya .

Sabtu, 09 April 2016

Bolehkan Anak Main Video Game?

Bolehkan anak main video game?

Perkembangan teknologi dewasa ini berdampak kepada berbagai sisi. Salah satu yang terkena dampak perkembangan teknologi adalah permainan anak-anak. Saat ini sudah mulai marak berbagai jenis mainan yang berbasis teknologi canggih baik melalui komputer, tv maupun gadget dan tidak terlepas berpengaruh juga terhadap video game. Memang sangat asik dan kadang sampai menyita waktu ketika memainkan video game ini. Pertanyaannya adalah: Bagaimana kita sebagai orangtua menyikapi permainan video game ini?

efek negatif dari video game
Sebenarnya tidak semua permainan video game berpengaruh negatif terhadap perkembangan anak. Jika kita cermat dan tegas, bisa saja mereka menikmatinya, asalkan kita bisa mengaturnya dan tentunya memilih mainan edukatif lebih bijak diberikan kepada anak karena memiliki manfaat yang luar biasa. Cara memilih mainan yang tepat untuk anak.

Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mengizinkan anak bermain video game:


    efek video game untuk anak
  1. Perhatikan batasan usia yang tercantum pada kemasan video game. Untuk permainan yang mengandung kekerasan, pencurian, vandalisme, pembunuhan, pemukulan maupun adegan kekerasan lainnya tentunya hal ini tidak dibenarkan diberikan kepada anak untuk dimainkan, karena hal ini akan berpengaruh buruk terhadap perilakunya. Anak akan cenderung akan meniru adegan yang terdapat dalam permainan tersebut.
  2. Pilihlah konten video game yang mengandung kontent mendidik, seperti permainan yang mengsah kemampuan otak, kreativitas, belajar berhitung dan membaca, mewarnai, mengenal bentuk dan lain sebagainya.
  3. Dampingi mereka ketika memainkan video game dengan tujuan untuk mengawasi serta mendampingi anak dalam mengenalkan konten positif dan konten negatif yang tidak layak ditiru. Atau bisa juga dengan memainkannya secara bersama-sama.
  4. Buatlah peraturan mengenai waktu bermain video game dalam sekali bermain, batasi seminggu hanya boleh sekali yaitu ketika hari libur saja dengan waktu bermain yang jelas dan tidak melupakan waktu untuk makan. Untuk anak dengan usai 5 tahun waktu maksimal bermain video game adalah setengah jam. Berlama-lama duduk di depan komputer atau layar video game tentu saja tidak baik untuk kesehatan mata anak.


Yang tak kalah penting adalah sesekali sempatkanlah kita untuk bermain dengan mereka, karena bermain bersama sangat menyenangkan. Selain mengawasi mereka bermain juga sebagai ajang untuk menjalin kedekatan dengan anak.



Supported by: griyamainan.com pusat mainan edukatif anak SNI

Jumat, 08 April 2016

Cara Memilih Mainan yang Aman untuk Anak-Anak

Cara memilih mainan yang aman untuk anak

mainan edukatif anak berkualitas
Mainan edukatif
griyamainan.com
Sebelum memutuskan untuk membeli sebuah mainan, orangtua harus selalu perhatikan label yang tertera pada kemasannya, perhatikan rincian baik bahan yang digunakan serta kategori usia yang tercatat pada kemasannya. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah berbagai zat berbahaya yang terkandung dalam mainan tersebut masuk ke dalam tubuh anak tercinta, seperti bahan kimia berbahaya dan perhatikan mainan sesuai dengan umur penggunaannya.

Di Amerika Serikat sendiri ada lembaga yang mengawasi dan mengatur peredaran mainan yang aman untuk anak-anak seperti bahan pembuat maupun pewarna yang digunakan. Hal ini semata-mata dilakukan hanya untuk melindungan hak konsumen. Begitupun di Indonesia ada lembaga yang bernama YLKI dan kementrian khusus yang mengatur standarisasi peredaran mainan tersebut seperti setiap permainan yang ada di pasaran dikatakan layak guna dan layak jual jika sudah memiliki sertifikat SNI.

Pertimbangan penting dalam memilih mainan yang aman untuk anak-anak:

  1. Terbuat dari bahan yang aman tidak mengandung bahan kimia berbahaya
  2. Cat yang digunakan harus bebas dari racun
  3. Memiliki sertifikat dan tanda SNI
Itulah pertimbangan yang harus diperhatikan para orangtua sebelum memutuskan untuk membeli sebuah mainan. Pertimbangan lebih lengkapnya seperti sisi keamanan dari mainan tersebut seperti tidak akan melukai anak-anak, memiliki kualitas yang bagus, penggunaan disesuaikan dengan usia karena setiap usia memiliki jenis permainan yang berbeda.

                    Pilih gadget atau mainan edukatif?

Memilih mainan untuk anak usia prasekolah, balita dan batita

  1. Mainan tersebut minimal memiliki diameter 3 cm dan panjang sekitar 6 cm. Hal ini dimaksudkan agar tidak tertelan oleh anak. Di negara maju disediakan sebuah alat pengukur untuk mengukur diameter dan besar kecilnya sehingga layak digunakan oleh anak balita.
  2. Hindarkan anak dari mainan kecil yang mudah tertelan seperti kelereng, bola yang berdiameter 4-5 cm atau lebih kecil.
  3. Mainan yang menggunakan baterai harus ditutup rapat dan dipasangkan penguncinya dengan kencang sehingga anak tidak mudah membukanya, karena bahan kimia yang terkandung dalam baterai tersebut sangat berbahaya jika tertelan oleh anak.
  4. Pilih permainan yang tidak mudah patah sehingga tidak akan melukai anak, tidak tajam.


Setelah kita selesai memilih mainan yang akan dibeli sesuai dengan standar dan kebutuhan usia anak, langkah selanjutnya adalah menjelaskan cara penggunaan mainan tersebut kepada anak, dampingi anak ketika memainkannya sekaligus melakukan pengawasan ketika mereka bermain.
cara memilih mainan edukatif anak
Foto: griyamainan.com
Jenis apapun mainan yang dimainakan oleh anak-anak penting sekali dilakukan pengawasan kepada anak ketika mereka memainkannya. Selain untuk menjaga keamanan,  hal ini pernting karena akan meningkatkan keterikatan antara anak dan orangtua. Tidak sedikit orang tua yang berpikir sudah selesai tugasnya ketika sudah memberikan fasilitas yang diperlukan oleh anaknya tanpa dia melakaukan komunikasi dan sentuhan kepada anak-anaknya. Padahal komunikasi dan sentuhan kasih sayang dari orangtua sangat diperklukan oleh anak untuk menunjang perkembangannya.

Supported by: griyamainan.com, Pusat penjualan mainan edukatif anak ber-SNI

Minggu, 03 April 2016

Manfaat Bermain Bagi Anak-anak



Dunia Anak adalah Dunia yang Menyenangkan

Sebuah dunia yang mengasyikkan tanpa beban, dunia yang penuh dengan kesenangan dan keceriaan apapun yang terjadi dan apapun yang harus dihadapi. Dalam sejenak bisa bermain bersama dan dalam waktu bersamaan bisa saling bermarahan dan berbaikan kembali tanpa ada rasa dendam, sangat berbeda dengan orang dewasa yang cenderung pendendam jika mereka saling bermarahan. Semuanya serba spontan dan apa adanya.

manfaat bermain untuk anak-anakSeorang anak diibaratkan sepotong kertas putih yang bersih tanpa noda yang siap diberikan dan coretan apapun di atasnya yang akan membentuk karakter dan sifatnya, kertas kosong inipun siap dijadikan apa saja tergantung pada kita sebagai orangtua hendak dijadikan apa. Dengan kata lain, pola pikir dan karakter anak sangat dipengaruhi oleh cara kita memperlakukan mereka saat ini.

Masa kanak-kanak merupakan masa yang memiliki periode yang panjang dalam rentang kehidupan seseorang. Hal ini dimaksudkan karena pengaruh dari kenangan yang ditimbulkan dari masa kanak-kanak ini. Artinya, segala sesuatu yang terjadi dan dialami pada masa kanak-kanak akan terus membekas dalam memori dan kenangan kehidupan  seseorang. Oleh karena itu, hendaklah kita sebagai orangtua dapat memanfaatkan masa emas ini dengan memberikan hal yang bermanfaat dan berguna untuk perkembangan anak-anak kita.

Akan tetapi pada kenyataannya, pada masa ini sering sekali terjadi "penindasan" dan "perampasan" hak anak dengan berbagai macam dalih yang diberikan para orang tua seperti persiapan masa depan, persaingan dan lain-lainnya. Sebagai contoh: Tidak sedikit orang tua yang memberikan les tambahan kepada anak-anaknya dengan berbagai macam alasan yang egois padahal jika dilihat dari sisi kebutuhan anaknya sendiri dia tidak memerlukan les tersebut dikarena tidak sesuai dengan minat dan bakat ataupun tidak sesuai dengan keinginannya. Akibatnya jadwal kegiatan anak sangat padat dari pagi sampai sore bahkan malam hari hampir mirip seperti jam para pekerja yang berangkat pagi dan pulang sore bahkan malam hari. Apakah hal ini tepat dan bijak diberikan kepada anak? Selayaknya para orangtua mulai bijak dan berpikir ulang terhadap "keegoisannya" dengan dalih kebutuhan, persaingan, persiapan ataupun alasan lainnya, mulailah melihat sisi humanis anak dan berikan tambahan pelajaran sesuai dengan yang dibutuhkannya.

Tidak ada salahnya memberikan les atau pelajaran tambahan kepada anak-anak apalagi hal ini sesuai dengan minat dan bakat serta keinginan anak sehingga dapat menunjang proses pendidikannya di sekolah.  Nilai moral yang harus diajarkan kepada anak.

Keputusan memeberikan les tambahan selayaknya jangan sampai menyita dan membebani dan menyita waktu anak yang banyak, artinya semakin sedikit waktu luang anak untuk beristirahat. Padahal anak-anak membutuhkan waktu untuk beristirahan dan bermain sesuai dengan keinginannya, jika anak merasa terbebani dengan berbagai kegiatan tambahan tersebut sampai mengurangi jatah istirahatnya, hal ini bisa menimbulkan depresi, stres ataupun perasaan tidak bahagia terhadap kehidupannya.

Beristirahat yang cukup dan adanya waktu untuk bermain merupakan hal yang dibutuhkan anak. Dengan beristirahat yang cukup dapat menjaga kebugaran dan kesehatan fisik anak sedangkan dengan bermain sebagai media untuk mengekspresikan diri. Yang lebih penting lagi, dengan beristirahat dan bermain akan menghindarkan anak dari stres yang kemungkinan besar akibat kejenuhan dan kebisanan yang dialami anak.
Mencegah anak kecanduan gadget


Hak Bermain Bagi Anak-Anak

Bermain merupakan dunia anak-anak dan tidak bisa diabaikan keberadaannya. Jangan pernah menganggap kegiatan ini sebagai kegiatan sepele yang hanya membuang-buang waktu. Justru sebaliknya, dengan bermain anak akan mendapatkan berbagai macam manfaat dan mempelajari berbagai macam hal. Kegiatan inipun dapt mengasah kemampuan kognitif, afektif,  dan psikomotorik anak serta kemampuan untuk mengembangkan ide dan kreatifitas, belajar berinteraksi dan bersosialisasi seperti manfaat yang didapat dari mainan edukatif.

Oleh karena itu, sebagai orangtua/orang dewasa, kita harus mulai pintar dan memahami manfaat dari bermain. Rsanya tidak bijak ketika kita mengurangi dan merampas waktu bermain anak dengan memberikan berbagai macam kegiatan tambahan seperti les dan lain sebainya. kegiatan les boleh diberikan kepada anak dengan catatan hal ini sesuai dengan minat, bakat serta kebutuhan anak tersebut. Jika tidak penting-penting amat dan hanya ingin mengikuti trend saja agar disebut modern, lebih baik hal ini tidak dilakukan. Kesempatan belajarpun harus dimanfaatkan anak agar kelak ia tumbuh menjadi manusia dewasa yang memiliki keterampilan dan kecerdasan kognitif saja tetapi memiliki kepekaan sosial yang tinggi, kehalusan budi dan kematangan emosional serta kesehatan secara fisik. Jika anak mampu berkembang menjadi manusia utuh, maka kelak mereka akan mampu bersikap kooperatif dan tidak suka mencari kambing hitam ketika mengalami masalah dalam hidupnya. Dengan kata lain, mereka akan tumbuh menjadi menusia yang memiliki kesadaran bahwa hidup itu mesti dijalani dengan penuh tanggung jawab.

Follow us on http://griyamainan.com/